Kamis, 13 September 2012

"Ternyata kau masih sendiri...."

Pagi tadi aku kembali melihat dirimu, ternyata kamu masih sendiri karna tidak mungkin juga kamu ada yg menemani. Keindahanmu pun ternyata masih seperti dahulu, tetap enak dipandang, enak dinikmati. Tapi sungguh sayang, kamu yg indah masih sendiri dan akan tetap menyendiri terus selamanya, sampai dirimu menyelesaikan tugasmu nanti.

Namun, keindahanmu pagi tadi tidak sempurna, kamu terlalu terburu-buru keluar dari tempatmu terjaga. Mungkin dirimu terlalu bersemangat menyambut hari ini, atau malu oleh ayam yang sedari gelap sudah membangunkan si pemalas dari balik selimutnya atau juga karna burung-burung yang sudah bernyanyi, berisik sekali, tapi merdu.


Matahariku, tetaplah indah, tetaplah jadi sesuatu yang dapat kunikmati bersama fajar dan segelas kehangatanmu. Matahariku, tetaplah kau menyendiri disana, di ufuk timur sana, biar aku saja yang menemani kesendirianmu. Tetaplah menjadi yang indah, Matahariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar