Sore ini aku sedang tertidur, dan bermimpi sangat indah
sekali. Aku berharap tidak ada seorang pun yang membangunkanku sampai dia
benar-benar pergi meninggalkan ku. Seandainya Tuhan memberikanku satu
permintaan sebelum dia benar-benar pergi, aku berharap Dia menghentikan dimensi
waktu ku dengannya, biar aku dapat bersamanya, terus sampai dia benar-benar
pergi.
Seandainya Engkau tak memberiku satu permintaan, aku akan
berdoa agar matahari tak cepat turun ke peraduan atau badai datang sehingga aku
bisa bersamanya menjaganya, terus sampai dia benar-benar pergi. Pergi meninggalkanku
sendiri, diantara kesepian yang paling sepi dan dalam kegelapan malam yang
paling gelap, pekat, sampai aku sama sekali tidak dapat melihat kembali
keindahan mimpi itu, melihat keindahan dia.
Sebelum dia benar-benar pergi, aku ingin mengatakan sesuatu
yang sebenarnya dia pun tahu dan aku pun tahu apa yang akan dia jawab. Tapi,
dengan mengungkapkan hal itu dia akan pergi meninggalkanku, biarkan aku yang
merasakan sendiri perasaan ini, biar hanya sampai ujung kerongkonganku saja,
tidak perlu tumpah dan dia pun akhirnya meninggalkanku, sungguh aku tak ingin
seperti itu. Walaupun akhirnya dia pun benar-benar pergi dan aku terbangun, aku
masih sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar