Minggu, 14 Oktober 2012

Review: Cita-citaku Setinggi Tanah - The Movie

Seperti posting sebelumnya tentang Cita-citaku Setinggi Tanah - The Movie, malam ini (14/10/2012), tepatnya beberapa jam lalu, saya baru saja menghabiskan waktu dengan menonton "film yg baik". Iya, film yg baik karna 100% dari penjualan tiket film ini akan disumbangkan kepada teman-teman kita yg menderita kanker, melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Dan, menurut situs http://ccstthemovie.com/, di hari ke-3 pemutaran film Cita-Citaku Setinggi Tanah, telah mendonasikan sebanyak 6987 tiket (enam ribu sembilan ratus delapan puluh tujuh tiket) kepada anak-anak penderita kanker. Serta 6000 CD Original Soundtrack CCST - the movie dari pasangan musisi Endah And Rhesa ini.

Oke, kembali ke topik hehe. Filmnya inspiratif banget buat saya, motivated, meskipun tadi di teater hanya ada sekitar 20-an orang dewasa dan anak-anak, mungkin karna sudah malam, saya tidak tau. Saya sebelumnya engga tau jalan ceritanya sama sekali. Tapi, pas scene Agus jadi tukang pengantar ayam ke restoran Padang, saya jadi berkaca ke diri saya sendiri. "Ini mirip banget kaya gue", begitulah respon batin saya tadi. Hampir setiap hari saya juga harus seperti itu (sepulang kuliah atau saat jam kuliah siang), tanpa harus saya ceritakan disini :). Pada intinya, saya engga boleh malu dan semangat menjalani keseharian saya seperti itu. Beberapa quotes yg diingat dari film ini, "cita-cita bukan cuma untuk ditulis, tapi diwujudkan", "rezeki bukan menghilang, tapi menunggu waktu untuk kembali", dan "bukan sebesar, sebanyak atau setinggi apapun cita-citamu, tapi seberapa besar kamu untuk mewujudkannya", itulah sedikit dari banyak pelajaran yg diambil dari film ini (kalo ada salah dikalimatnya mohon diralat ya, maklum pelupa hehe).

Dan, yg terakhir.... lokasi syutingnya bikin kangen kampung halaman saya di desa Kedungunut, Karanganyar, Jawa Tengah dengar latar belakang sawah dan view-nya ke gunung lawu :D Lokasi syuting film ini berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, di kaki gunung merapi. Jadi, bagi temen-temen saya sangat sarankan untuk menonton film yg berdurasi 80 menit ini. Ayo dukung film baik Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar