Senin, 20 Juni 2011

Gue Bangga, Gue Semakin Cinta

Luar biasa! Padahal hari ini bukan hari perayaan Persija meraih juara karena memang kita engga juara, ini cuma pertandingan penutup di akhir musim. Tidak seperti partai penutup di musim sebelumnya yang berkahir dengan skor yang sangat mengecewakan. Kali ini benar-benar seperti seluruh warga Jakarta merayakannya, dan sore kemarin ngebuat gue makin bangga sama tim ini.
Persija memang gagal masuk Liga Champions Asia karena pesain terdekatnya, Arema Indonesia, disaat yang sama menang lebih besar. Tapi melihat para punggawa Persija bertanding yang tak kenal lelah sampai peliut tanda pertandingan berakhir cukup untuk merinding.
Pertadingan baru berjalan 7 menit Greg Nwokolo berhasil mencetak gol, hasil umpan silang dari sang kapten, Bambang Pamungkas. Skor 1-0. Persija memegang jalannya pertandingan, beberapa peluang-pelang yang tercipta gagal berbuah gol. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persija masih menguasai pertandingan. Namun, sesekali PSPS menekan pertahanan Persija namun gagal. Menjelang akhir pertandingan, Greg berhasil menggandakan kedudukan, 2-0 Persija memimpin. Gol tersebut membuat suporter semakin menggelora, chants  makin kencang dinyanyikan, suar mulai dinyalakan. Tidak berapa lama, Agu Casmir mencetak gol yang ketiga Persija, gol tersebut membuat gegap gempita suporter menambah dan stadion Gelora Bung Karno seperti ‘terbakar’ karena di tribun utara dan beberapa sudut stadion lain mulai menyalakan red flare nya, stadion penuh suar dan asap! Saat pertandingan berakhir pun suporter tidak beranjak dari bangku tribunnya dan terlihat saat seluruh pemain Persija menyalami ke arah penonton, disambut oleh chants dari suporter yang tak henti-hentinya.
Indah! Parade suar dan asap di tribun membuat gue merinding dan bikin gue iri, pengen seperti mereka yang naik ke atas pagar pembatas stadion sambil menyalakan flare. Semoga musim depan gue bisa seperti itu, dengan komunitas kecil gue yang bermental Persija udah mulai solid dan udah mulai membicarakan keseriusan komunitas ini. Tunggu aksi kami di GBK musim depan. hehehe 


Forza Persija Jakarta
Persija siamo per noi
Persija per Sempre

Sabtu, 18 Juni 2011

Fixed di Jakarta dengan penonton!!

Akhirnya aku dapat bernapas lega, setelah digantungkan oleh keputusan pihak kepolisian tentang izin Persija bertanding di laga terakhirnya melawan PSPS Pekanbaru. Sebelumnya aku mendapat kabar dari seorang temen kalau pertandingan tersebut tidak mendapat izin digelar dengan penonton.

Sempat membuat kesal karena pada hari Selasa lalu (14/6/11) sempat ada keputusan bahwa pertandingan bisa dapat digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, ternyata sampai tadi sore surat izin pertandingan tersebut belum turun dari Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Entah kenapa surat izin pertandingan tersebut belum keluar, padahal esok harinya pertandingan akan digelar? Esok adalah laga terakhir di Indonesian Super League 2010-11, dimana poin 3 akan memastikan Persija menjadi runner up dan hal tersebut membuat  Pesija lolos ke pentas Asia, yakni AFC Cup.

Dan, beberapa jam lalu aku dikabarkan oleh kawan-kawan seperjuangan dan status-status di situs pertemanan seperti facebook dan twitter yang menyatakan Persija fixed bermain di Gelora Bung Karno, dengan penonton!

Semoga dengan keputusan ini skuad Persija dapat berkonsentrasi untuk pertandingan esok hari dan juga buat suporter dan mempersiapkan diri unutk mendukung tim kebanggaan kita, Persija Jakarta. Dan Persija dapat meraih poin tiga dengan mencetak banyak gol ke gawang lawan. Semangat Macan Kemayoran!!
Tandang-kandang The Jak menjalankan, demi mendukung Persija kesayangan  . . Ayo Macan hari ini harus menang bikin semua lawan jadi pulang kandang . .  Persija Jakarta ooo . . Persija Jakarta ooo . . .”

Rabu, 15 Juni 2011

Laga Terakhir Persija di Gelora Bung Karno

Kerinduan itu kini telah terobati, seluruh pecinta sepakbola Jakarta menyambut dengan gembira. Persija kembali dapat bertanding di Stadion Gelora Bung Karno! Setidaknya bagi warga Jakarta yang kemarin tidak mengikuti partai usiran Persija di Stadion Manahan, Surakarta. Meskipun hanya satu pertandingan, namun pertandingan ini adalah pertandingan terakhir bagi Persija.
Rindu untuk dapat hadir berdiri di tribun Gelora Bung Karno, rindu bernyanyi bersama mendukung Persija, rindu untuk melihat aksi-aksi heroik punggawa Persija, rindu melihat aksi dari Jakmania, Ultras, Hooligan atau komunitas pecinta Persija lain, dan yang paling penting adalah rindu berpesta menyambut kemenangan Persija di kandang sendiri, kota Jakarta!
Kepastian itu di dapat kemarin (Selasa, 14/06/11), setelah Panpel Persija menjanjikan kepada pengelola Stadion Gelora Bung Karno untuk mengganti semua kerugian akibat pengrusakkan oleh oknum berbaju oranye saat Persija bertanding melawan Persipura dan Persiwa lalu. Sebelumnya, pihak kepolisian telah memberikan izin secara lisan dengan syarat seperti tersebut di atas.
Pertandingan fixed di GBK pada hari Minggu, 19 Juni 2011 melawan PSPS Pekanbaru. Persija sangat butuh kemenangan untuk memastikan diri sebagai runner up Indonesian Super League 2010/2011 dengan mengharapkan pesaingnya tergelincir dipertandingan lain. Setidakya menang dengan gol sedikit. Amin! :D
Diparuh musim pertama, skor pertandingan Persija menghadapi PSPS berakhir dengan skor imbang 2-2 yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang. Sebenarnya, dibabak pertama Persija sempat memimpin dengan skor 2-0, namun karena kelengahan disisa babak, PSPS akhirnya dapat menyeimbangkan kedudukan.
Semoga Persija dapat memperoleh kemenangan di laga terakhir tersebut, sehingga dapa memperoleh tiket ke liga Asia, setidaknya AFC  Cup musim depan. Kami akan sangat bangga melihat tim yang kami banggakan, Persija Jakarta, bertanding panas di kancah internasional. Apalagi bisa sampai babak selanjutnya, pasti kami akan sangat bangga menjadi bagian dari Jakartan ini.

Hari ini kita bahagia, PERSIJA JAKARTA berlaga . . . The Jakmania mulai bergaya, JAKARTA siap pesta pora”
C’mon PERSIJA Road To ASIA!! Go Fight MACAN!!

Minggu, 12 Juni 2011

Persija Semakin Dekat ke Asia

Seperti tidak ada habisnya kepemimpinan tidak tegas dari wasit yang memimpin pertandingan antara Persija Jakarta menghadap tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Dalam pertandingan sore tadi, wasit memeberikan 3 penalti bagi kedua tim, 1 buat Persija dan sisanya untuk tim tuan rumah.
Dari awal pertandingan dimulai, Persija sudah menggebrak lini pertahanan Deltras yang sedikit rapuh.  Pada menit ketiga, Greg Nwokolo berhasil mencetak gol melalui kerjasama antara Oliver Makor dengan Aliyudin serta atas kelengahan pemain belakang yang gagal menghalau bola sehingga Greg dapat mengontrol bola tersebut. 0-1 buat keunggulan Persija.
Memasuki menit ke-25, Deltras mendapat hadiah penalti akibat terjadi kontak yang tidak begit berarti antara Precious Emojeraye dengan Marcio Souza, namun karena kelihain Marcio dalam berakting dapat mengelabui penglihatan wasit. Dan, Deltras akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol penalti dari Christiano Lopez. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Dibabak kedua, tempo pertandingan meningkat. Pertandingan semakin berjalan keras. Menjelang menit ke-73, penetrasi Greg di kotak penalti di ganggu oleh Sutikno yang kemudian terjatuh dan wasit dengan tidak ragu langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih tanda pelanggaran dan penalti untuk Persija. Sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua tim, akibat terjadi pemukulan terhadap Greg oleh Sutikno. Namun karena ketidaktegasan wasit, Sutikno hanya diganjar  kartu kuning. Padahal melihat aksi Sutikno yang terekam kamera televisi, rasanya pantas dia mendapatkan kartu merah. Dan, akhirnya penalti diambil oleh Agu Casmir yang masuk pada babak kedua menggantikan Muhammad Ilham. Goool! Persija kembali unggul 2-1.
Petaka terjadi pada menit ke-69, Deltras kembali diberikan hadiah penalti setelah Hendro Kartiko dianggap menjatuhkan Cristiano Lopez. Penalti diambil oleh Marcio Souza. Namun, dengan heroik Hendro Kartiko berhasil menghalau bola tendangan Marcio tersebut yang mengarah ke kanan bawah gawangnya. Persija masih tetap unggul.
Hingga 90 menit plus tambahan waktu, kedua tim tidak dapat menambah gol kembali. Persija tetap kokoh di posisi runner up dengan 49 poin dari 27 laga. Dan, man of the match pada pertandingan tersebut, saya memilih Hendro Kartiko yang berhasil menggagalkan penalti Deltras sekaligus mengamankan 3 poin penting. Persija semakin dekat dengan AFC Cup karena di laga terakhir bermain di kandang sendiri (meskipun venue pertandingan belum ditentukan) melawan PSPS Pekanbaru.
MACAN KEMAYORAN Goes To ASIA
#inPersijaWeTRUST

Sabtu, 11 Juni 2011

Bernyanyilah untuk Tim Kebanggaan

Kita semua tahu, sepakbola tidak hanya tentang menendang bola dan meraih kemenangan, tapi ada satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari sepakbola itu sendiri, yaitu dukungan dari kelompok suporter kepada tim yang dibanggakan. Bahkan, ada sebuah istilah “Soccer (Football) is nothing without supporter” .
                Sepakbola dan suporternya bak dua sisi mata uang, di belahan dunia manapun, sepakbola dan suporter saling berhubungah, keduanya saling membutuhkan.  Suporter datang memenuhi stadion untuk mendukung klub pujaannya, tidak peduli panas terik matahari yang membakar ataupun hujan badai. Mereka rela melakukan semua itu hanya demi sebuah kemenangan dan harga diri tim yang dibelanya. Dan tim sepakbola membutuhkan suporter untuk meberi dukungan semangat.
Yang mereka bawa ke dalam stadion adalah jersey atau segala hal yang menyangkut warna yang tim dibanggakan, seperti syal (scarf), hoodie, bendera-bendara raksasa (giant flags), dan untuk merayakannya dengan suar (flare) bahkan menggunakan bom asap (smoke bomb). Dan, tidak lupa dan merupakan ciri yang paling khas dari sebuah suporter adalah yel-yel atau nyanyian (chants).
Nyanyian yang dikumandangkan suporter dalam stadion dapat berpengaruh terhadap psikologi pemain dalam sebuah tim, teriakan  semangat dan gairah suporter dalam stadion membuat motifasi pemain semakin bertambah, apalagi nyanyian tersebut ditujukan kepada seorang pemain yang mereka banggakan pasti akan menambah kepercayaan diri terhadap pemain tersebut.
Dan chants sendiri dapat juga menjadi musuh bagi sebuah tim, dimana suporter tim lawan mengintimdasi dengan menyanyikan lagu-lagu yang sedikit ‘menghina’ kepada sebuah tim, suporter atau bahkan menyerang langsung kepada seorang pemain.
Tapi bagaimana kalo chant tersebut hanyalah sebuah ‘nyanyian’ yang tak berarti apa-apa, hanya untuk bersenang-senang?  Memang, sepakbola diciptakan untuk sebuah kesenangan. Tapi saat tim yang kita bela mengalami kebuntuan dalam mencetak gol atau bahkan tertinggal oleh tim lawan, apakah kita masih menyanyikan lagu untuk ‘menyenangkan’ diri sendiri?
Saya bertanya tentang hal ini bukan tanpa sebab dan bukan juga bermaksud untuk sok tahu, saya hanya melihat kenyataannya seperti itu. Kemarin, saat Persija menjalani partai kandang usiran di Kota Solo, suporter yang hadir justru datang bernyanyi untuk ‘bersenang-senang’. Atau mungkin karna ada suporter ‘tuan rumah’ itu sendiri? Saya tidak tahu. Melihat mereka seperti itu, saya hanya diam dan lebih fokus ke pertandingan. Tapi, bukan tidak ada nyanyian penyemangat untuk tim Persija dan saat itu saya mulai ikut bernyanyi lagi.
Dan yang terpenting, saat melihat tim yang kita bela, tim yang membuat kita rela mengeluarkan uang untuk membeli tiket sedang dalam mengalami deadlock dalam mencetak gol,  harusnya kita bernyanyi memberikan semangat kepada tim. 
Apapun suporternya, yang rela datang ke stadion untuk menyaksikan Persija berlaga, harus dengan sepenuh hati mendukung Persija, meberi semangat Persija dan bernyanyilah untuk Persija. Begitu juga saat datang mendukung Tim Nasional Indonesia berlaga, saat itu juga kita harus berubah menjadi satu, Merah-Putih, dan sejenak meninggalkan perbendaan warna dalam diri kita. Karena sesungguhnya kita sama, INDONESIA!!

Jumat, 10 Juni 2011

Selamat Ulang Tahun Kapten, Bambang20Pamungkas

"Jangan pernah berhenti bermimpi karna mungkin suatu saat nanti mimpi kalian akan menjdai kenyataan..."
-Bambang Pamungkas-


Pada tanggal 10 Juni 1980, di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Getas, Salatiga, lahirlah seorang anak yang akan menjadi besar di masa depannya. Seseorang dengan mimpi-mimpi yang sangat tinggi dan mungkin mimpi itu telah menjadi kenyataan.
Bambang Pamungkas, itulah nama anak itu. Kini tepat hari ini (Jum’at,  Juni 10, 2011) Bambang Pamungkas kapten kebanggaan kami, ikon dari Persija Jakarta, striker timnas di beberapa generasi, dan sampai saat ini masih menjadi pencetak gol terbanyak di Timnas Indonesia tepat berusia 31 tahun. Tapi sayang kemenangan yang mungkin akan jadi ‘kado’ di ulang tahunnya gagal diperoleh, karena dalam pertandingan kemarin (Persela vs Persija) hanya berakhir dengan skor imbang 0-0.
Nama Bambang Pamungkas pasti selalu terkait oleh nama Persija, karena sejak awal karier profesionalnya sampai saat ini, tim lokal yang dibelanya hanya Persija Jakarta. Selama 12 tahun karier Bepe, hanya tiga klub yang dibelanya yakni, Persija Jakarta (5 tahun), EHC Norad (4 bulan), Selangor FC (2 tahun), dan kembali lagi ke Persija sampai saat ini.
Di Persija, Bepe sudah menghasilkan banyak gelar, baik secara tim maupun individu. Secara tim, Bambang Pamungkas dkk berhasil membawa Persija meraih gelar Ligina pertamanya pada musim 2000-2001 yang juga membawanya sebagai pemain terbaik dan top scorer. Tidak hanya di Persija, di tim negara tetangga sebelah, Selangor FC, Bepe berhasil menjadi (mungkin) satu-satunya orang Indonesia yang dipuji-puji di negri Jiran tersebut. Pasalnya, dalam karier singkatnya di tim tersebut, Bambang Pamungkas berhasil mengantarkan gelar juara liga dan juara piala liga Malaysia serta secara individu menjadikan dirinya sebagai peraih Golden Shoe Award dan Most Valuable Player di negeri tersebut.
Ucapan terimakasih dan hormat dari kami (suporter Persija) kepada Bambang Pamungkas atas loyalitas serta totalitasnya terhadap Persija Jakarta. Meskipun banyak tawaran menggiurkan dari klub-klub lain, tapi Bambang 20 Pamungkas tetap memilih Persija sebagai klub yang dibelanya. Entah sampai kapan Bepe masih berseragam Oren kebanggaan warga Jakarta ini, tapi sampai kapan pun kami tetap akan sangat bangga telah memiliki pemain brilian seperti Bambang Pamungkas.


BUON COMPLEANO BAMBANG PAMUNGKAS.
GRAZIE IL CAPITANO. 
FORZA PERSIJA!!

Kamis, 09 Juni 2011

Persija Dirugikan oleh Kepemimpinan Wasit

Entah sudah berapa kali ini terjadi, kepemimpinan wasit Najamudin Aspiran jadi sorotan utama dalam pertandingan malam ini (Kamis, Juni 09, 2011), pertandingan yang digelar antara tuan rumah Persela Lamongan melawan Persija Jakarta di stadion Surajaya, Lamongan, dalam lanjutan Indonesian Super League.

Beberapa kali wasit memberikan keputusan yang merugikan kepada tim Persija, seperti saat Tony Sucipto berbenturan dengan RiduoneBarkaowi, jelas terlihat dalam siarang ulang Barkaowi menendang kaki Tony, lalu saat Aliyudin ditendang dari belakang o serta saat pemain belakang Persela dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan, wasit pun tidak memberi peringatan lebih seperti memberi kartu kepada pemain pun tidak. Dan, yang lebih mengesalkan saat Eric Arsene Bayemi dijatuhkan di kotak penalti, wasit tidak menganggap kejadian tersebut sebagai pelanggaran, padahal jelas terlihat kaki Bayemi dikait oleh pemain belakang Persela.
Persija sangat termotifasi oleh pertandingan kali ini karena untuk mempertahankan posisi runner up yang beberapa jam sebelumnya diambil alih oleh Arema Indonesia. Posisi kedua ini sangat krusial, dimana ada tiga tim yang masih berpeluang dan memiliki poin yang sama serta jumlah pertandingan yang sama, yakni Persija Jakarta, Arema, dan Semen Padang.
Pertandingannya sendiri sebenarnya berjalan dengan sangat menarik, jual beli serangan antar kedua tim diperagakan dalam pertandingan ini. Beberapa kali pemain Persela mengancam gawang Persija yang dikawal oleh kiper gaek, Hendro Kartiko, diantaranya melalui tendangan-tendangan bebas dari Gustavo Lopez. Namun, berkali-kali Hendro dapat menggagalkan tendangan tersebut.
Persija juga bukan tanpa peluang, tendangan jarak jauh terukur dari sang kapten, Bambang Pamungkas, masih membentur mistar gawang Persela serta tendangan bebas dari Oliver Makor yang masih berada di atas mistar gawang Persela yang juga dikawal oleh kiper senior I Komang Putra.
Dan sampai pertandingan usai, hasil imbang tanpa gol tidak berubah. Dengan hasil ini Persija kembali naik ke posisi kedua, tambahan satu poin membuat nilai perolehan Persija, Arema dan Semen Padang berimbang dengan 46 poin serta dengan total pertandingan yang sama.
Ayo, Persija semangat! Dua pertandingan ke depan harus dimenangkan oleh Persija untuk mengamankan posisi runner up. Go Fight Tiger. I BELIEVE IN PERSIJA! FORZA PERSIJA!