Malam ini aku tidak ingin tidur cepat, tidak ingin seperti biasanya. Tidak dengan segelas kopi sebagai teman, karna tidak akan berpengaruh untukku yg mudah terbuai nikmatnya ranjang. Yg kami pakai berempat tentunya.
Aku hanya ingin duduk di luar rumah, membiarkan angin menciumi leherku dengan lembut. Tak perlu terburu buru.
Malam ini lumayan sedikit terhibur oleh alunan egois lagu berbahasa sunda yg mengudara dr kontrakan di depan, padahal di sampingnya seorang ibu muda sedang mengutuki mereka karna anaknya jadi susah tidur.
Aku juga egois terbuai oleh alunan lagu itu. Tak apalah, toh biasanya aku saat ini sudah berlayar di duniaku sendiri. Dunia yg membuat aku merasa aman, aman karna aku bisa membuat diriku jadi orang kaya, tak pernah kalah dalam hal apapun. Mungkin ini hanya akan dimengerti oleh orang yg selalu membayangkan cerita "heroik" tentang dirinya sebelum terlelap.
Bingung dengan penjelasanku? Aku pun begitu.
Aku rindu sesuatu, entah apa itu. Mungkin malam ini kutemukan jawabannya, bersama angin yg sudah mulai menjamah dadaku. Aku dipeluknya dan akupun memeluknya. Dingin.